mental

Kesehatan mental di tempat kerja

Meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental di tempat kerja merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, di mana orang merasa mampu menunjukkan jati diri mereka sepenuhnya di tempat kerja. Hal ini juga dapat memberikan kepercayaan diri kepada karyawan untuk mencari bantuan jika mereka merasa tidak akan dihakimi karenanya.

Kabar baiknya adalah, kesadaran akan kesehatan mental terus meningkat, dengan para pemberi kerja memahami pentingnya memprioritaskan kesehatan mental dan kesejahteraan staf mereka. Akibatnya, karyawan merasa lebih didukung dan didengarkan.

Manajer Kesuksesan Pelanggan kami , Lianne , dan Koordinator Pengalaman Tempat Kerja, Denise, baru-baru ini menyelesaikan kursus pelatihan kesehatan mental dan sekarang telah menjadi Duta Kesehatan Mental DisplayNote. Kami berbincang dengan Lianne dan Denise untuk mengetahui lebih lanjut tentang peran mereka sebagai duta kesehatan mental, serta pandangan mereka tentang kesehatan mental di tempat kerja.

Apa peran Anda sebagai pendukung kesehatan mental?

Peran kami sebagai Duta Kesehatan Mental adalah untuk mempromosikan kesehatan mental yang positif dan mencoba menghilangkan stigma seputar kesehatan mental di tempat kerja dengan dukungan dari perusahaan. Kami di sini untuk mencoba mengenali tanda dan gejala yang dialami rekan kerja dan menawarkan dukungan kepada mereka sebisa mungkin. Kami akan membuat kampanye Kesehatan Mental & Kesejahteraan untuk tahun mendatang dan akan secara teratur menghubungi rekan kerja kami untuk melihat bagaimana keadaan mereka.

Pelatihan apa yang harus Anda ikuti?

Kami mengikuti kursus 2 hari bersama St Johns Ambulance, yang merupakan kursus praktis yang sangat membantu membangun kompetensi dan kepercayaan diri dalam mengenali tanda-tanda dan menanggapi kebutuhan kesehatan mental dan fisik seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental. Di akhir kursus, kami harus menyelesaikan ujian yang membuat kami mendapatkan Penghargaan FutureQuals Level 3 di bidang Kesehatan Mental.

Menurut Anda, mengapa peran ini dibutuhkan?

Dari perspektif tempat kerja, saya pikir ini tentang mengurangi stigma seputar membicarakan dan mengatasi masalah kesehatan mental yang buruk, serta benar-benar berupaya mendukung staf. Kita menghabiskan sebagian besar waktu bangun kita di tempat kerja, seringkali di lingkungan yang sibuk dan penuh tekanan. Sangat mudah bagi kesehatan mental kita untuk terpengaruh oleh hal itu, dan mengetahui bahwa kita memiliki dukungan dan bimbingan yang tersedia sangat penting dalam menciptakan budaya tempat kerja yang baik.

Menurut Anda, mengapa penting untuk memperjuangkan kesehatan mental yang baik?
Orang sering mengabaikan masalah kesehatan mental karena mereka tidak dapat melihat secara fisik orang yang menderita masalah tersebut. Kesehatan mental Anda memengaruhi begitu banyak aspek kehidupan Anda, dan seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental harus dipantau, dengan langkah-langkah aktif yang dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan tingkat kesehatan yang baik. Kesehatan mental menentukan bagaimana kita berinteraksi secara psikologis, emosional, dan sosial dengan orang lain setiap hari.

Memfokuskan perhatian pada kesehatan mental kita dapat:

Bantulah kami mengatasi stres sehari-hari dalam hidup.

  • Tetap termotivasi, aktif secara fisik, dan sehat.
  • Memperbaiki suasana hati kita.
  • Mengurangi kecemasan.
  • Bantu kami berpikir lebih jernih.
  • Perbaiki hubungan.
  • Meningkatkan rasa percaya diri kita.

Bagaimana Anda dapat memastikan bahwa karyawan Anda menerima dukungan terkait kesehatan mental mereka?

Berikut beberapa strategi bermanfaat yang dapat Anda terapkan untuk membantu menjaga kesehatan mental di tempat kerja:

Keanggotaan pusat kebugaran, program bersepeda ke tempat kerja, kelas yoga – apa pun yang dapat Anda lakukan untuk mendorong kesehatan fisik.
Bantu karyawan merasa didukung – bersikaplah menerima dan terbuka tentang janji temu dokter, janji temu keluarga, dan lain sebagainya. Penting untuk diingat untuk memperlakukan karyawan sebagai manusia seutuhnya yang memiliki kehidupan di luar tempat kerja.
Dorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi melalui jam kerja fleksibel – jangan menciptakan budaya di mana karyawan merasa wajib menjawab panggilan telepon atau email setiap saat, atau diharapkan bekerja hingga larut malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top